Wednesday, September 20, 2006

Kantor ku dan kantor suamiku

Bedanya kantorku dengan kantor suamiku adalah ke-fleksibel-annya. Yang satu kantor dengan American culture dan satu lagi Japanese culture. Kantorku yang gak terlalu ngurusin disiplin, jam kerja atau pakaian, yang mana kita bisa ngatur sendiri asalkan elu-tau-diri-dan-kerjaan-elu-bisa-selesai-tepat-waktu-plus-revenue-bisa-achieve.

Dibandingkan dengan kantor suamiku yang kolot-jam-kerja-mesti-tepat-gak-boleh-telat-semenitpun dan begitu terikat dan dedikasi dengan kantor itu tinggi banget, yang mana bikin aku sebel banget karena segitu gak fleksibel-nya jd kesannya kita hidup untuk kantor. Sudah sering aku meminta, memohon dan akhirnya memaksa suami tercinta itu pindah kerja, tapi kok ya sepertinya suamiku udah keburu cinta dengan kantor itu jadi berkesan benci tapi rindu gitu loh, dengan bos nya yang kaku dan jepun2 itu. Kekesalan aku gak bisa diomongin lagi ketika rencana jalan2 yang sudah direncanakan hampir tidak jadi terlaksana, padahal duit tiket, hotel dan lain udah dibayar sebulan yang lalu, hanya karena kantor suamiku tercinta itu tidak memperbolehkan karyawannya cuti setelah lebaran. ah......shut, aturan dari mana pula itu. Kesebelan akhirnya rada berkurang setelah suamiku itu merayu2 direkturnya untuk dapet cuti walaupun tidak seperti yang direncanakan. Dikasih juga akhirnya, dan kami tetep harus me-reschedule dan nambah duit lagi supaya bisa pulang pada tanggal yang ditentukan.

Selain itu yang membedakan adalah kedisplinan dalam hal absensi. Aku gak habis pikir kalo orang hanya dilihat dari absensinya aja. Sudah kejadian kalo suamiku itu gak jadi pergi ke Jepun karena dia telat selama beberapa hari tahun lalu. Hah...heran aja, untuk mendapatkan promosi tidak dilihat dari seberapa bagus prestasinya, tapi dari absensinya. Yang jadi gak enak adalah aku, karena SUAMI AKU ITU SERING TELAT GARA2 NUNGGU AKU YANG EMANG LELET. Maafin aku ya sayang.....

Setelah beberapa kejadian yang gak enak dari kantor suami, akhirnya suamiku berkeputusan bahwa harus cari kantor lain nih, yang bisa seperti kantor istrinya [dalam hal ini adalah aku]. Dan mulai minggu ini, suamiku jadi punya janji bahwa dia akan dapet kantor yang lebih fleksibel dan amplop yang juga lebih tebal. Doain ya semoga tercapai.

No comments: